Luar Biasa! Potensi Besar Menjadi produsen baterai kendaraan listrik dunia, Jokowi minta Pembangunan Baterai Listrik di Indonesia Dikebut
Jakarta - Menteri
Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, pembangunan ekosistem
baterai kendaraan listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT
Batang), Jawa Tengah dapat terlaksana atas perintah langsung Presiden kepada
Kementerian Investasi.
Jika sudah terlaksana seluruhnya, investasi
hilirisasi yang dilakukan oleh LG ini diklaim akan memberikan nilai tambah
sebesar 5,18 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun.
”Hari ini kita melakukan groundbreaking
terhadap suatu investasi besar. Indonesia harus menjadi salah satu negara
pemain terbesar ekosistem baterai mobil listrik,” ujar Bahlil, dalam siaran
virtual di Youtube Sekretariat Presiden.
“Indonesia sudah saatnya berpikir untuk dikenal karena mempunyai sumber
bahan baku sel baterai untuk kendaraan listrik,” Ujar Pak Presiden.
Sebagai informasi, proyek investasi industri
baterai listrik terintegrasi ini dimulai dari pertambangan dan peleburan
(smelter) nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara.
Kemudian berlanjut dengan industri pemurnian
(refinery), industri prekursor dan katoda, serta perluasan industri sel baterai
yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri daur ulang
baterai listriknya.
Sementara itu, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo menyampaikan penghargaan sepenuhnya atas dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi.
Lee juga mengungkapkan, proyek ini menempati
area seluas 275 hektare di KIT Batang dengan menerapkan teknologi terbaru milik
konsorsium LG.
“Saya hadir di sini dengan visi besar untuk
mengembangkan KIT Batang menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting
di Asia Tenggara. Melalui Konsorsium LG, LG Energy Solution akan mendukung KIT
Batang menjadi pusat baterai listrik dunia,” ucap Lee, pada kesempatan yang
sama.
Pelaksanaan seremoni ini merupakan tindak
lanjut dari Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement antara
Konsorsium LG dan PT IBC untuk Pengembangan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Terintegrasi pada tanggal 14 April 2022 lalu.
Kerja sama investasi konsorsium LG dan konsorsium BUMN IBC itu
beranggotakan LG Energy Solution, LG Chem, Huayou, LX International, Posco,
Mind ID, Antam, Pertamina Power, PLN.
Proyek tersebut diyakini akan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada konsorsium LG dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas dimulainya tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di KIT Batang.
Investasi ini merupakan pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi
kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir. Presiden pun dengan bangga
menyatakan, lokasi investasi baterai listrik terintegrasi dari hulu ke hilir
ini tersebar di berbagai kawasan di Indonesia.
Dalam laporannya, Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi ini dapat terlaksana atas perintah langsung Presiden kepada Kementerian Investasi. Jika sudah terlaksana seluruhnya, investasi hilirisasi yang dilakukan oleh LG ini akan memberikan nilai tambah sebesar 5,18 miliar dolar AS.
”Hari ini kita melakukan groundbreaking
terhadap suatu investasi besar. Indonesia harus menjadi salah satu negara
pemain terbesar ekosistem baterai mobil listrik. Indonesia sudah saatnya
berpikir untuk dikenal karena mempunyai sumber bahan baku sel baterai untuk
kendaraan listrik”, ujar Bahlil dalam seremoni yang disiarkan secara virtual,
Rabu (8/6).
Proyek investasi industri baterai listrik terintegrasi ini dimulai dari
pertambangan dan peleburan (smelter) nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku
Utara hingga industri pemurnian (refinery), industri prekursor dan katoda,
serta perluasan industri sel baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa
Tengah, hingga industri daur ulang baterai listriknya.
Sebelumnya,
implementasi tahap pertama proyek industri baterai listrik terintegrasi ini
telah terwujud melalui groundbreaking pembangunan pabrik sel baterai kendaraan
listrik di Karawang, Jawa Barat pada September 2021 lalu.
Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo menyampaikan penghargaan sepenuhnya atas dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi. Lee juga mengungkapkan, proyek ini menempati area seluas 275 hektare di KIT Batang dengan menerapkan teknologi terbaru milik konsorsium LG.
“Saya hadir di sini dengan visi besar untuk
mengembangkan KIT Batang menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting
di Asia Tenggara. Melalui Konsorsium LG, LG Energy Solution akan mendukung KIT
Batang menjadi pusat baterai listrik dunia,” ujar Lee.
Proyek industri baterai listrik terintegrasi
ini merupakan hasil dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo bulan November
tahun 2019 lalu. Lalu ditindaklanjuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman
antara Kementerian Investasi/BKPM dengan LG Energy Solution untuk investasi
Grand Package pada tanggal 18 Desember 2020.
Pelaksanaan seremoni ini merupakan tindak
lanjut dari Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement antara
Konsorsium LG dan PT IBC untuk Pengembangan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Terintegrasi pada tanggal 14 April 2022 lalu. Kerja sama investasi konsorsium
LG dan konsorsium BUMN IBC itu beranggotakan LG Energy Solution, LG Chem,
Huayou, LX International, Posco, Mind ID, Antam, Pertamina Power, PLN.

Komentar
Posting Komentar